Oleh: muzakki82 | 7 Januari 2012

PENDIRIAN VS KEDUDUKAN

Coba perhatiin gambar di atas..itu adalah gambar seorang guru yang sedang mengjar. Ya sosok guru GTT (Guru Tidak Tetap, Guru tidak tenang, guru tidak tentu, dll) banyak istilah laine terserah anda mengartikannya. Seorang guru memang memiliki tanggung jawab yang gak ringan, dengan segala tuntutan mencerdaskan anak bangsa meskipun dengan penghasilan minim..heeeee kyak ane gni jadi GTT . ” …..Guru dalam mengajar sebaiknya emang selalu berdiri dan harus berdiri agar murid2 bisa melihat dan diperhatikan”…kte Kepala sekolah saia  gtu menasehatin setiap rapat dinas. mkin temen2 ane smpe bosend dengerinnya.

kalo mnurut saia bener juga seeee…memang guru klo ngajar harus Berdiri (badannya aja lho)…buakn yg lain..wkwkwk. Karena itu mengandung makna filosofis yg mendalam…karena guru itu harus memiliki pendirian yang sangat kuat dan tak tergoyahkan oleh apapun.hahahahah. Kalo guru jangan sering duduk dalam mengajar itu emank bener juga sehh…soale skr nee kedudukan guru juga semakin gak jelas…terutama guru GTT kayak saia ineee,,,,,coz penghasilan n nasibnye juga gak jelas. jadi guru GTT selalu H2C (harap harap cemas)…apa smt depan penghasilan naik ato malah nurun.

coba liat gambar di bawah ini:

itu adalah ilustrasi seorang pejabat (pejabat apa aja wes) pkoke smua yang ngerasa jadi pejabat yg nantinya akan dimintai pertanggung jawaban di akherat tentang jabatannya…eeeee kok malah ceramah…..

Yang jadi pertanyaan saia sekarang adalah ” Mengapa pejabat dalam bekerja sering duduk dan jarang berdiri?

Jawabnya adalah karena pejabat itu kedudukannya jelas, duduk dikursi empuk dengan segala fasilitas mewah…jadi mereka nyaman untuk duduk. gak seperti guru…kedudukannya gak jelas..kursinya reot banyak kutunya (tinggi). Pejabat sangat nyaman duduk berlama-lama dikursi empuknya…meskipin kadang “PENDIRIANNYA” gak jelas dan sering mencla-mencle..hhheeee kalo kata orang jawa “Isuk Tempe Sore Kedele”. Kebijakan semacam itulah yang ntar akan menyengsarakan bawahan seperti kita2 terutama kita yang menyandang Jabatan sebagai GTT. Mudah2an aja para pejabat tdk terus terlena dengan kedudukannya dan memperhatikan kita sebagai bawahan yang semakin tidak jelas kedudukannya.


Responses

  1. GTT di tempatku gajinya lumayan lho, yaitu 400 ribu per bulan. angka segitu sedikit ? tunggu dulu men, mereka ngajar 3 hari seminggu, itupun cuma 4 jam sehari. jam 12 dah pulang langsung nonton sinetron. jadi hitunglah gaji mereka perjam efektifnya. jauh lebih tinggi dari kuli amplas yang cuma digaji 23 ribu/hari untuk kerja 7 jam.
    ngomomg-ngomong, sampean menjadi GTT karena ada koneksi apa masuk lewat jalan “normal” ?

    • ya mahal tuh, dsini ada gtt sd masuk tiap hr dibayar 150 rb per bulan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: