Oleh: muzakki82 | 17 Desember 2011

Sertifikasi Nasibmu Kini

Ini lho selembar kertas yang lagi banyak diburu para guru dan dosen.

Istilah sertifikasi guru mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, terutama bagi guru dan dosen. Sertifikasi ini merupakan bentuk pengakuan profesi dari pemerintah pada guru dan dosen. Menurut lampiran Surat Keputusan Menteri Agama RI No. 73 Tahun 2011 tentang Pedoman pelaksanaan pembayaran tunjangan profesi bagi guru/pengasa dalam binaan Kementerian Agama dinyatakan dalam poin C bahwa tujuan pemberian tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi adalah untuk meningkatkan motivasi, profesionalisme, dan kinerja, serta kesejahteraan guru dalam rangka meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar dan prestasi belajar peserta didik. Apabila kita lihat tujuan ini sangat bagus dan akan membawa dampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Apabila kita evaluasi secara sekilas, apa benar dalam beberapa tahun setelah sertifikasi dilaksanakan ada peningkatan kualitas pendidikan? Atau malah mengalami kemerosotan?

 

Sertifikasi memang mampu merubah segalanya, sertifikasi sekarang menjadi buruan bagi setiap pendidik. Karena sertifikasi dianggap mampu meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik. Setiap hari setiap saat selalu menjadi bahan perbincangan hangat dikalangan tenaga pendidik, mereka seakan lupa bahwa masih ada tugas besar yang lebih penting yang mereka emban sebagai ujung tombak pendidikan yang nantinya akan menentukan masa depan bangsa ini. Guru yang dulunya memiliki gelar “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” kini berubah total menjadi “Pahlawan Gila Jasa”. Kebersahajaan seorang guru yang dulunya mungkin bisa dijadikan sebagai suri tauladan murid-muridnya kini mulai pudar, guru sekarang sudah menjadi profesi elit yang cukup menjanjikan dengan penghasilan cukup menggiurkan.

 

Perjalanan pelaksanaan Sertifikasi guru dan dosen tidak selamanya mulus, terpaan badai manipulasi, goncangan pungli, dan gelombang perbedaan persepsi yang akan mengundang ambigu dalam menterjemahkan setiap aturan yang ada. Kendala yang banyak dihadapi di lapangan adalah permasalahan pencairan tunjangan profesi, karena peraturan menteri yang mengatur prosedur pencairan dimaknai berbeda oleh masing-masing satuan kerja. Kenyataan yang terjadi di lapangan ada perbedaan pencairan pada setiap satuan kerja. Sehingga muncul tanda tanya besar dari tenaga pendidik, mengapa di tempat lain bisa? Lha ditempat kita kok tidak bisa? Pertanyaan semacam itu yang sering muncul dari para tenaga pendidik. Selain itu ada aturan yang sifatnya “Lokal” dan tidak jelas aturan dari mana itu datangnya. Misalnya bahwa guru NON PNS yang sudah menerima tunjangan profesi tidak diperkenankan dan dicabut bantuan Tunjangan Fungsionalnya. Padahal dalam lampiran Keputusan Menag RI No. 73 tahun 2011, disebutkan dalam Prosedur Pembayaran poin 7 disebutkan bahwa “Pembayaran Tunjangan Profesi guru dan Bantuan tunjangan profesi guru/pengawas tidak menghalangi guru untuk menerima tunjangan kependidikan (fungsional), bantuan tunjangan fungsional, bantuan tunjangan khusus, dan tunjangan lainnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan”.

 

Ada dan tidaknya sertifikasi sebaiknya tidak berpengaruh pada kinerja kita sebagai guru dalam mengemban amanat mencerdaskan anak bangsa. Jangan hanya karena kendala pencairan dana dapat merubah semangat kita dalam menunaikan kewajiban yang telah diamanahkan pada kita. Peserta didik jangan sampai jadi korban keegoan kita, karena mereka diamanhkan oleh orang tua kepada kita agar menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.


Responses

  1. selain sertifikat apa lagi yang di buru pak,,..??

  2. banyak guru yang kuliah lagi cuma untuk nambah gelar, bukan nambah ilmu. di jepara buuaannyaaaak banget S.Pd yang nggak bisa nyalain komputer

    • masak sih gtu ya? aku kuliah lagi aja di malang musti seminggu sekali bolak-balik Lumajang-Malang, bener2 perjuangan yang sangat berat.

  3. diburu…diburu … diburu

  4. diburu soale bisa dpke beli FU…tapi harus tertunda dulu

    • asik iku

  5. sedikirpun aku gak pengen beli FU…gak suka blas…blassss


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: