Oleh: muzakki82 | 12 Desember 2011

Ujian Ooh Ujian

 

Hari ini aku bertugas jaga ujian semester, disepanjang perjalanan menuju ke ruang ujian aku selalu memasang muka manis dan selalu tersenyum menyapa para “Laskar Kuburan Cino” (Julukan yang selalu kuberikan pada mereka). Sejenak kuperhatikan wajah-wajah mereka nampak tegang, serius dan kelihatan tertekan sekali.Setelah masuk ruangan kuperhatikan kembali wajah-wajah serius mereka, tertekan, terpaksa dan tidak ikhlas kelihatannya. seakan-akan mereka terpaksa mengikuti ujian ini. Aku yakin di hati mereka selalu bertanya-tanya, mengapa sih kok ada ujian segala, apa memang ini sudah takdir kami sebagai siswa yang harus selalu diuji?

Mereka dalam mengikuti ujian selalu dituntut untuk melalap habis soal-soal ujian yang bagi mereka bikin pusing. Melihat soalnya yang sekian banyak itu membuat apa yang dipelajari dan dipersiapkan tadi malam hilang dalam sekejap. Dalam kondisi terjepit semacam ini, mereka berusaha mencari taktik jitu untuk berhasil dengan cara instan. Berdasarkan pengamatan saya, ada beberapa teknik jitu yang mereka lakukan, ada yang secara sirri (sembunyi-sembunyi) dan ada yang secara terang-terangan. Mereka melakukan kecurangan-kecurangan itu mungkin karena terpaksa demi keberhasilan, karena selama ini penilaian keberhasilan siswa masih menggunakan angka/nilai sebagai tolok ukurnya. Sehingga yang ada difikiran mereka hanya nilai bagus berarti berhasil. Demi nilai mereka menghalalkan segala cara, misalnya bawa catatan kecil, nyontek ke teman sebelah, kirim jawaban lewat sms, dan masih banyak lagi modus operandi yang meraka lakukan.

Melihat fenomena semacam ini, siapakah yang salah? Kita tidak perlu mencari kesalahan orang lain, coba kita instrospeksi diri kita masing-masing. Bagaimana dengan “Pendidikan Karakter Bangsa” yang saat ini sedang digembar-gemborkan? Apakah ini hanya tinggal slogan belaka? Lantas karakter apa yang akan dibentuk pada anak didik kita, karakter sebagai pecundang kah? Karakter bibit-bibit koruptor kah?. Sudah berhasilkah pendidikan karakter ini? Apabila kita melihat kenyataan di atas sepertinya keberhasilannya masih jauh panggang dari api. Kalau kita lihat pada kurikulum yang diberlakukan sekarang ini, sepertinya anak didik kita jejali dengan ilmu-ilmu yang begitu banyak. Kita mengabaikan keunikan setiap peserta didik, kita seakan tidak menghargai keunikan-keunikan dari peserta didik. Mereka kita jejali dengan ilmu yang sama padahal kemampuan otak mereka berbeda. Penilaian dalam KTSP yang dikatakan sebagai penilaian proses hanyalah dalam tulisan belaka, pada praktiknya masih memperhitungkan hasil akhirnya saja. Guru tidak melihat bagaimana peserta didik berproses mencapai nilai tersebut, tentunya secara kasat mata kita melihat nilai 6 itu lebih baik dari nilai 8. Padahal hal itu belum tentu kalau kita lihat dari prosesnya.

Bagaimana pendapat anda jika melihat fenomena pendidikan semacam ini? Masih perlukah ujian akhir semester atau bahkan ujian nasional? Sebaiknya pemerintah memberikan solusi agar pendidikan ini lebih bermakna. Pendidikan bukanlah pusat penindasan, pusat pemaksaan, tetapi pendidikan harusnya bisa menjadi agent of change bagi generasi penerus bangsa, pendidikan harus bias merubah sikap anak didik menjadi lebih baik. Perubahan dan revolusi pendidikan harus segera kita lakukan dari dalam diri kita masing-masing, agar keberhasilan pendidikan ini bisa lebih baik dan bermartabat.

 


Responses

  1. kelas saya koq gak di foto juga pak..???

    • aku kan gak jaga di kelasmu

  2. semua demi NILAI .. karena NILAI merupakan TOLAK UKUR sebuah KELULUSAN ,,

    MIRIS

    • lha mungkin itu yang perlu diubah, sikap juga perlu dipertimbangkan. misale yang suka nulis kotor di jejaring sosial gak dlulusno. soale akhlake buruk

      • NGECE iki…WEGAH PUOLL

      • lha ktanya pengen penilaiannya tdk hanya didasarkan dari hasil ujian? lha piye karepe se?

      • MBOHH,,,,

  3. lha klo ada yg gak sopan ma gurune diapakno yo?

    • dimaafNO


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: